Sabtu, 25 Maret 2017

Tempat bersejarah di Semarang

Kota Lama, salah satu kota tertua yang terletak di utara kota Semarang, Jawa Tengah merupakan visualisasi kota yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lampau. Kehadiran kanal-kanal air serta deretan bangunan tua dengan arsitektur bergaya art deco menjadikan kota ini disebut sebagai miniatur negara Belanda (little Nedherland) nan eksotis. Berikut ini adalah empat bangunan tua populer yang patut Anda kunjungi saat berlibur ke kota Semarang.

gereja di kota lama Semarang

Gereja Blenduk

Sebagai bangunan yang paling populer, Gereja Blenduk “wajib” untuk dikunjungi wisatawan saat pelesir ke kawasan Kota Lama. Gereja ini dibangun pada tahun 1753 dengan bentuk segi delapan atau oktagonal dan memiliki atap berbentuk kubah besar berwarna merah bata berlapis perunggu serta memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk. Masyarakat setempat menjulukinya “Blenduk” karena bentuk atap kubahnya dan kini memiliki nama resmi GPIB Immanuel. Hingga saat ini gereja ini masih digunakan untuk tempat ibadah.

Gedung Marba

Mengisi salah satu sudut Kota Lama, gedung dua lantai ini diprakarsai oleh Marta Badjunet, seorang saudagar kaya di zaman kolonial itu, maka untuk mengenang jasanya, bangunan ini diberi nama Marba. Bangunan ini pernah dipakai untuk kantor usaha pelayaran Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), kemudian diubah menjadi toko modern dan kini digunakan untuk gudang.
Dilihat dari ornamen dekorasinya, bangunan ini mulai meninggalkan gaya neoklasik dan mengadopsi arsitektur tropis Hindia Belanda. Material bata, kayu, dan sedikit besi tuang menjadi ciri khas bangunan ini. Setiap elemen seperti kolom dan jendela memiliki bentuk yang simetri dan ditata.

Tempat bersejarah di Blitar

Adapun tempat-tempat bersejarah di Blitar yang layak untuk dikunjungi adalah:

Makam Bung Karno

wisata blitar, hotel blitar, tempat bersejarah di blitar
Makam Bung karno
Sebagai bangsa Indonesia, pasti tahu presiden pertama Republik Indonesia bapak Soekarno. Karena selain sebagai presiden, beliau juga dikenal sebagai bapak proklamator bersama Bung Hatta. Tidak hanya itu, kharisma beliau dalam memimpin bangsa Indonesia menjadikan beliau sebagai persiden terbaik sepanjang masa. Itulah kenapa makam Bung Karno yang berada di kota Blitar, kini ramai dikunjungi oleh wisatawan. Baik itu yang datang untuk mendoakan beliau, atau sekadar ingin mengagumi kemegahan arsitektur dari makam beliau.
Makam Bung Karno terletak di kelurahan bendogerit, kecamatan Sanawetan, kota Blitar. Makam ini pernah beberapa kali mengalami pembangunan, pada tahun 2004 dibangun juga perpustakaan serta museum yang di dalamnya bisa dilihat karya-karya pengabadian dalam bentuk fotografi. Lalu ada patung Bung Karno yang kerap menjadi objek foto bagi para wisatawan.

5 Tempat bersejarah di Aceh

7 TEMPAT BERSEJARAH DI NAD ( NANGGRO ACEH DARUSSALAM), kalau loe berwisata ke Aceh gak akan lengkap men kalau loe gak ke tempat-tempat bersejarah di Aceh.. sebab loe gak akan bisa banyangin apa yang terjadi pada masa lampau.. jadi gua kasih info tentang tempat - tempat  bersejarah yang ada di aceh.. sekalian nambah pengetahuan tentang sejarah.. so Selamat Membaca!!!
1. MASJID RAYA BAITURRAHMAN

Yang pertama ini pasti gak asing lagi sob!! masjid dengan keajaibannya bertahan di tengah kejadian tsunami 2004 silam dan menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara.. yaps!! masjid Baiturrahman adalah masjid kesultanan Aceh pada jaman dahulu, dan saat belanda menyerang aceh pada tahun 1873, masjid ini sempat di bakar.. wah loe bayangin sob!! masjid di bakar men!! kayak jaman Nabi aja.. tapi pada jaman 1875 Belanda membangun lagi masjid ini sebagai penggantinya.. 
 2. GUNONGAN

Tempat yang mirip istana kecil ini adalah  GUNONGAN yang di bangun oleh Sultan Iskandar Muda atas permintaan Putroe phang atau Putri Kamaliah yang berasal dari Pahang.. coba kalian tebak untuk apa bangunan ini?? penasaran?? ini adalah tempat bermain untuk permaisuri Sultan Iskandar Muda tersebut. so sweet bgt broh!!
gunongan
3. BENTENG INDRA PATRA

Benteng peninggalan kerajaan Hindu pertama di Aceh ini digunakan sebagai tempat peribadatan dan benteng pertahanan dari gempuran musuh.. Ya kalian tahu kan!! dulu sering banget ada perang.. jadi mereka para orang hindu memngunnya untuk bertahan dari perang.. 
benteng indra petra
4. RUMOH ACEH
Rumah adat aceh yang di fungsikan sebagai museum ini banyak menyimpan ribuan peninggalan sejarah Aceh sob!! di dalam nya sangat lengkap.. jadi kalau kalian pengen tahu tentang Aceh dari jaman pra modern hingga peninggalan masa penjajahan ada semua.. n gak cumai itu vroh.. ada masih banyak yang lain di dalam.. jangan lupa mampir vroh!!
rumoh aceh

5 Tempat bersejara di Medan

1. Gedung Balai Kota Lama
Medan
Gedung Balai Kota Lama ini berdiri sejak tahun 1900 dan telah menjadi saksi perkembangan Kota Medan dari waktu ke waktu. Setidaknya, ada 12 walikota yang pernah memiliki kantor di sana. Bangunan cantik ini sempat mengalami masa-masa kelam. Pada tahun 1990, Gedung Balai Kota Baru dibangun dan mulai saat itulah, Gedung Balai Kota Lama terbengkalai dan tak terurus. Namun setelah ada pembangunan hotel di belakangnya, gedung ini mulai kembali terawat. Letak Gedung Balai Kota Lama ada di Jalan Balai Kota Medan dan bisa dikunjungi kapan saja. Baik malam atau siang, gedung ini tetap memancarkan pesonanya. Kesan paling teringat saat berkunjung di Gedung ini adalah mengingatkan kita pada jaman belanda.

2. Kantor Pos Medan
Medan
Tidak lama Gedung Balai Kota Lama berdiri, dibangunlah Kantor Pos Medan. Bangunan yang didirikan pada tahun 1909 ini memiliki bentuk yang cukup Unik karena memiliki atap kubah. Kantor Pos yang berada di Jalan Medan Merdeka Square ini menjadi destinasi wajib bagi hampir seluruh wisatawan yang melancong ke Medan. Meski memiliki fungsi yang masih sama, yaitu sebagai kantor pos, bangunan ini hampir selalu ramai didatangi wisatawan. Apalagi letaknya yang tidak terlalu jauh dari Merdeka Walk yang ada di jantung Kota Medan membuat bangunan ini cukup strategis untuk didatangi.

3. Titi Gantung
Medan
Jembatan dibangun untuk memudahkan masyarakat untuk mencapai satu tempat ke tempat lain. Ada jembatan tua nan cantik, membentang di atas jalur kereta api, terletak di dekat Stasiun Kereta Api Medan. Namanya Titi Gantung. Bentuknya berliku dan memiliki oranamen indah di sekeliling tubuhnya. Bangunan yang didirikan tahun 1885 ini memiliki fungsi awal untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang tanpa lewat jalur kereta api, dan untuk para calon penumpang kereta api. Tak hanya sampai di situ, jembatan ini juga bisa digunakan untuk pelancong atau turis yang ingin menikmati pemandangan sekitar dari ketinggian. Jembatan ini menyajikan pemandangan lampu malam yang cantik, terutama saat sedang ada pasar malam di Lapangan Merdeka.

4. Menara Air Tirtanadi
Medan
Inilah ikonnya Kota Medan: Menara Air Tirtanadi. Menara ini sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat Medan terutama yang hidup pada masa penjajahan Belanda. Itu pun tak semua orang bisa menikmati kegunaan dari menara air tersebut. Hanyalah orang-orang golongan bangsawan yang bisa memanfaatkan air dari menara tersebut. Bangunan yang menjulang dan mencolok karena memiliki bentuk yang kuno ini berada di Jl Sisingamangaraja I dan bisa dilihat dari banyak tempat. Meski sudah dibangun dari tahun 1908, namun menara ini masih berfungsi aktif sampai sekarang. Bangunan setinggi 42 meter ini kini milik PDAM Tirtanadi. Tak hanya bangsawan yang bisa menikmati air dari sini, melainkan semua orang. Jangan lupa untuk mengabadikan menara ini saat berkunjung ke sana ya!

5 tempat ibadah bersejarah di jakarta


1. Masjid Almakmur cikini
Masjid Almakmur dibangun pada 1860 dan menjadi salah satu masjid tertua yang ada di Jakarta. Sempat mengalami sengketa tanah dengan pemerintah kolonial Belanda, masjid Almakmur Cikini akhirnya diresmikan berdiri oleh Agus Salim pada 1932 dan diperlebar ke belakang pada 1962 menyerupai bangunan aslinya.


2. Gereja Katedral
Pembangunan gereja katedral dimulai ketika Paus Pius VII mengangkat pastor Nelissen sebagai prefek apostik Hindia Belanda pada 1807. Sempat mengalami musibah kebakaran dan ambruk, Gereja Katedral yang lokasinya bersebelahan dengan Masjid Istiqlal akhirnya dibangun oleh seorang arsitek bernama MJ Hulswit.


3. Wihara Dharma Bhakti
Wihara yang berlokasi di kawasan Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta Barat, merupakan salah satu wihara tertua yang ada di Jakarta. Dibangun pada 1650 oleh seorang Luitnant Tionghoa yang bernama Kwee Hoen, Wihara Dharma Bhakti masih berfungsi hingga kini.
Oleh masyarakat keturunan Tionghoa, wihara ini lebih dikenal denga nama Jin De Yuan, yang memiliki makna mengingatkan manusia untuk lebih mementingkan kebajikan antar sesama, bukan hanya kehidupan duniawi saja. Pada Mei 2015, wihara ini mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan beberapa bagiannya.


4. Gereja Sion
Gereja Sion merupakan gereja peninggalan Portugis yang dibangun pada 1695. Terletak di antara Jalan Pangeran Jayakarta dan Jala Mangga Dua Raya. Memiliki bangunan bergaya art deco, Gereja Sion hingga kini masih difungsikan sebagaimana tujuan awal didirikan. Sebagai salah satu gereja tertua di Jakarta, Gereja Sion kerap mendapat kunjungan dari berbagai turis asing yang melancong ke Kota Jakarta.

Tempat bersejarah di Probolinggo

Museum Probolinggo

Gedung Panti Budaya sebagai gedung yang dewasa ini dijadikan sebagai Museum Probolinggo telah menjadi ikon pariwisata di kota probolinggo. Sebagai pusat sejarah dan budaya, museum probolinggo memegang peranan penting dalam menunjang proses pembelajaran bagi para wisatawan. Dengan dilengkapi berbagai atribut benda-benda bernilai sejarah serta replika yang mencerminkan eksistensi sebuah budaya bernilai tinggi, mampu meningkatkan citra kota probolinggo sebagai kota sejarah. Berbagai aset peninggalan pada masa penjajahan belanda, turut menambah koleksi museum probolinggo. Museum probolinggo yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Propinsi Jawa Timur pada saat penyelenggaraan MPS2, juga didukung oleh berbagai institusi terkait, seperti Museum Empu Tantular. Diharapkan dengan penerapan kerjasama yang semakin beragam dengan berbagai unit kerja, akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk hasil peninggalan sejarah di museum probolinggo. Secara umum, museum probolinggo terbuka bagi umum untuk setiap harinya dari mulai jam 08.00 – 15.00 WIB. Bagi para pengunjung museum tidak dikenakan tiket masuk.

5 tempat bersejarah di surabaya

1. Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Tinggi monumen ini adalah 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, di mana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Monnumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan.

Jembatan Merah
Jembatan Merah merupakan salah satu monumen sejarah di Surabaya, Jawa Timur yang dibiarkan seperti adanya: sebagai jembatan. Jembatan yang menjadi salah satu judul lagu ciptaan Gesang ini, semasa zaman VOC dahulu dinilai penting karena menjadi sarana perhubungan paling vital melewati Kalimas menuju Gedung Karesidenan Surabaya, yang sudah tidak berbekas lagi.
Kawasan Jembatan Merah merupakan daerah perniagaan yang mulai berkembang sebagai akibat dari Perjanjian Paku Buwono II dari Mataram dengan VOC pada 11 November 1743. Dalam perjanjian itu sebagian daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan penguasaannya kepada VOC. Sejak saat itulah Surabaya berada sepenuhnya dalam kekuasaan Belanda. Kini, posisinya sebagai pusat perniagaan terus berlangsung. Di sekitar jembatan terdapat indikator-indikator ekonomi, termasuk salah satunya Plaza Jembatan Merah.
Perubahan fisiknya terjadi sekitar tahun 1890-an, ketika pagar pembatasnya dengan sungai diubah dari kayu menjadi besi. Kini kondisi jembatan yang menghubungkan Jalan Rajawali dan Jalan Kembang Jepun di sisi utara Surabaya itu, hampir sama persis dengan jembatan lainnya. Pembedanya hanyalah warna merah.
Lokasi Maps: Jembatan Merah
sumber: Wikipedia
Museum Sepuluh Nopember

Museum perjuangan 10 Nopember didirikan sebagai bentuk kenangan atas keberanian arek-arek Suroboyo pada pertempuran heroik tanggal 10 Nopember 1945. Museum yang diresmikan pada tahun 2000 dan berlokasi di dalam kompleks Tugu Pahlawan ini telah terkenal sebagai salah satu tujuan wisata kota Surabaya.
Di Museum ini, beberapa benda peninggalan Bung Tomo serta rekaman asli pidato Bung Tomo yang berapi-api membangkitkan gelora dan hasrat rakyat akan kemerdekaan dapat didengarkan dari sebuah radio kuno. Beberapa diorama statis menggambarkan aksi kepahlawanan arek-arek Suroboyo yang hanya dengan menggunakan bambu runcing dan senapan rampasan mampu melawan sekutu dapat dinikmati di lantai 2 museum.
sumber: Wisatamuseum.com
Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam ini terletak di pusat kota Surabaya. Monumen Kapal Selam adalah wujud asli dari KRI Pasopati 410, salah satu kapal selam TNI – Angkatan Laut dari satuan Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur.
KRI Pasopati termasuk jenis SS type Whisky Class dibuat di Vladi Rusia pada tahun 1952, berperan aktif dalam menegakkan kedaulatan negara dan hukum di laut antara lain dalam operasi Trikora. Kapal selam ini telah menjadi salah satu tempat wisata di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.
Lokasi Maps: Monumen Kapal Selam

5 tempat sejarah kemerdekaan


1. Tugu Proklamasi
Tugu Proklamasi berdiri di tanah lapang kompleks Taman Proklamasi di Jalan Proklamasi (dahulunya disebut Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56), Jakarta Pusat. Pada kompleks juga terdapat monumen dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan RI dibacakan untuk pertama kalinya oleh Soekarno. Dulunya, tempat ini adalah rumah Soekarno tetapi dihancurkan atas permintaan Soekarno pada 1960. 2. Gedung Joeang '45
Gedung yang dibangun pada 1920an awalnya adalah hotel yang dikelola oleh keluarga LC Schomper, orang berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia. Kemudian pada 1942 gedung ini diambil alih oleh pemuda Indonesia kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang). Di kantor inilah kemudian diadakan program pendidikan politik untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang.

sejarah kampus ITB

Sejarah dan Menguak Berdiri Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) - Universitas Institut Teknologi Bandung atau biasa disebut oleh orang ITB adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kampus ini terletak di jalan Ganesha-Bandung.Untuk itu mimin akan menguak sejarah berdiri dari Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sejarah ITB bermula sejak awal abad kedua puluh, atas prakarsa masyarakat penguasa waktu itu. Gagasan mula pendirianya terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama. Technische Hoogeschool te Bandoeng berdiri tanggal 3 Juli 1920.
universitas itb
ITB didirikan pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng (sering disingkat menjadi TH te Bandoeng, TH Bandung, atau THS) dengan satu fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Weg- en Waterbouwkunde. ITB juga merupakan tempat di mana presiden Indonesia pertama, Soekarno meraih gelar insinyurnya dalam bidang Teknik Sipil.
Pada masa penjajahan Jepang, tepatnya tanggal 1 April 1944, THS dibuka kembali oleh Pemerintah Militer Jepang dengan nama バンドン工業大学 (Bandung Kōgyō Daigaku?)setelah ditutup sejak 8 Maret 1942 dengan menyerahnya Hindia Belanda di Kalijati. Kemudian pada masa kemerdekaan Indonesia, tahun 1945, namanya diubah menjadi “Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung”. Pada tahun 1946, STT Bandung dipindahkan ke Yogyakarta dan menjadi cikal bakal lahirnya Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
Pada tanggal 21 Juni 1946, NICA mendirikan Universiteit van Indonesie dengan Faculteit van Technische Wetenschap sebagai pengganti STT Bandung di lokasi Kampus THS dulu. Sebagian besar pengajarnya adalah para mantan pengajar THS yang baru saja dibebaskan dari kamp interniran Jepang. Dan pada 6 Oktober 1947, Faculteit van Exacte Wetenschap berdiri. Ini kemudian menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia sejak 2 Februari 1950.
Kemudian pada tanggal 2 Maret 1959, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam secara resmi memisahkan diri menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).
Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan Proklamasi Kemerdekaan serta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Teknologi di Kota Bandung pada tanggal 2 Maret 1959. Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.
Kurun dasawarsa pertama tahun 1960-an ITB mulai membina dan melengkapi dirinya dengan kepranataan yang harus diadakan. Dalam periode ini dilakukan persiapan pengisian-pengisian organisasi bidang pendidikan dan pengajaran, serta melengkapkan jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dengan penugasan belajar ke luar negeri.
Kurun dasawarsa kedua tahun 1970-an ITB diwarnai oleh masa sulit yang timbul menjelang periode pertama. Satuan akademis yang telah dibentuk berubah menjadi satuan kerja yang juga berfungsi sebagai satuan sosial-ekonomi yang secara terbatas menjadi institusi semi-otonom. Tingkat keakademian makin meningkat, tetapi penugasan belajar ke luar negeri makin berkurang. Sarana internal dan kepranataan semakin dimanfaatkan.

Sejarah terowongan casablanca

                       http://www.puteriputeri.com/wp-content/uploads/2017/03/terowongan-cas-3-1024x768.jpg
Kisah Nenek Misterius di Terowongan Casablanca Misteri Terowongan Casablanca. Bercerita tentang keangkeran Jakarta seakan tidak ada habisnya. Fenomena misterius menjadi cerita sehari-hari yang diterima masyarakat. Bahkan, sampai zaman modern, masih banyak yang mempercayai kisah-kisah mistis.
Salah satu cerita mengenai sebuah keangkeran itu adalah Terowongan Casablanca yang menghubungkan Jalan Casablanca dan Jalan Prof Dr Satrio. Lokasi terowongan ini terletak di Kuningan, Jakarta Selatan dan merupakan salah satu jalan tersibuk.
Banyak cerita mistis yang dipercaya masyarakat menjadi penyebab jalan tersebut menjadi sangat angker. Jauh sebelum adanya pembangunan jalan Layang Non Tol yang dibangun Pemprov DKI, setiap memasuki tengah malam lokasi ini menjadi sosok menakutkan bagi sebagian orang.
Informasi yang dihimpun merdeka.com, di lokasi ini pernah beberapa kali terjadi kecelakaan yang dialami kendaraan bermotor, terutama roda dua. Bahkan, cerita mistis lokasi ini sempat difilmkan oleh Indika Entertainment yang disutradarai Nanang Istiabudi dengan judul yang sama.

Sejarah Desa trunyan Bali

Masyarakat Desa Trunyan, Kabupaten Bangli, Bali memiliki tradisi yang unik sekaligus cukup menyeramkan. Karena tak seperti masyarakat Hindu lainnya yang melakukan ngaben (upacara pembakatan manyat), masyarakat Desa Trunyan justru hanya meletakkan jenazah diatas tanah pada pemakaman Trunyan.

Mungkin Anda bisa membayangkan, bagaimana bau busuk yang ditimbulkan dari jenazah tersebut. Namun jangan salah, disini Anda justru tidak akan mencium bau busuk dari jenazah tersebut. Karena di pemakaman Desa Trunyan ada sebuah pohon besar bernama Taru Menyan yang tumbuh lebat di pintu masuk pemakaman. Pohon ini dipercaya mampu menghilangkan bau busuk yang ditimbulkan oleh jenazah. Konon, pohon ini juga menjadi asal usul terciptanya desa bernama Trunyan.

Pintu Masuk Kuburan Trunyan (kiri) dan Pohon Taru Menyan (kanan)

Sejarah pelabuhan Ratu

                                      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCofDUZQe2GUtvRM1UOPBVqNcdQZK9L0gE3ev6dzIbYwchNn-ZTI83artN9rxulsSzZOT9qcqyLHxsLSrlJ2-lfJtPi3dFenLdicz2VieuDm17-ltZqUVQOYWSSRjXOH40cBOOFiesYQ/s1600/Gado+bangkong+InisukabumiCOM.JPG

Tak menutupi kemungkinan jika Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak tempat yang dianggap mengandung hal-hal yang mistis dan tentu saja ada 1001 alasan mengapa tempat-tempat tersebut masuk ke dalam kategori tempat yang angker. Tempat-tempat yang paling angker di Indonesia bukan hanya populer di Indonesia namun juga banyak dikenal di mancanegara. Bagi masyarakat Indonesia, terkadang sesuatu yang mengerikan malah menjadi daya tarik tersendiri untuk di eksplorasi.


Seperti halnya tempat angker paling seram yang ada di di Kamar 308 Hotel Inna Samudera Pelabuhan Ratu. Pasalnya sosok penguasa Pantai Selatan Nyi Roro Kidul, bagi yang percaya, konon masih hidup. Perempuan misteri ini diyakini menetap di kamar Nomor 308 Hotel Samudra Beach, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Jadi, tak heran bila hampir setiap hari kamar itu selalu dikunjungi orang. Kebanyakan dari mereka datang untuk mendapatkan ilham. Tak tanggung-tanggung bahkan, ada di antara mereka yang khusus datang untuk meminta sesuatu, mulai dari ilmu kekebalan hingga yang dapat menyembuhkan orang lain. Namun, ada pula yang datang hanya sekadar untuk menghilangkan rasa penasaran. Sebagaimana yang diyakini banyak orang bahwa Ratu Laut Selatan atau Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul adalah tokoh legenda yang sangat populer di kalangan masyarakat penghuni Pulau Jawa dan Bali. Kepercayaan akan adanya penguasa lautan di selatan Jawa (Samudera Hindia) dikenal terutama oleh suku Sunda dan suku Jawa. Orang Bali juga meyakini adanya kekuatan yang menguasai pantai selatan ini.

                                      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6myqxoSV-Os_fDV0L8wFrGoUHdRDkA98kDyLeVl3B2wv2PC5UibbkSE0Zjit9VbhYZ9CFXvptGKtKmOPYzMHGumTn-g46-TGa0CisfPUF7HUd5JjnIyny91gWPxKHs8zFn8-iDAXE/w800-h800/nyi+roro+kidul.jpg  
Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai selatan mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di kalangan penguasa kraton dinasti Mataram Islam (Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta) bahwa penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul, merupakan "istri spiritual" bagi raja-raja di kedua kraton tersebut. Pada saat tertentu, kraton memberikan persembahan di Pantai Parangkusuma, Bantul, dan di Pantai Paranggupita, Wonogiri, kepada sang Ratu. Panggung Sanggabuwana di komplek kraton Surakarta dipercaya sebagai tempat bercengkerama sang Sunan dengan Kanjeng Ratu. Konon, Sang Ratu tampil sebagai perempuan muda dan cantik pada saat bulan muda hingga purnama, namun berangsur-angsur menua dan buruk pada saat bulan menuju bulan mati.

Dalam keyakinan orang Jawa, Kanjeng Ratu Kidul memiliki pembantu setia bernama Nyai atau Nyi Rara Kidul (kadang-kadang ada yang menyebut Nyi Lara Kidul). Nyi Rara Kidul menyukai warna hijau dan dipercaya suka mengambil orang-orang yang mengenakan pakaian hijau yang berada di pantai wilayahnya untuk dijadikan pelayan atau pasukannya. Karena itu pengunjung pantai wisata di selatan Pulau Jawa, baik di Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, hingga Semenanjung Purwa di ujung timur, selalu diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.

Di kalangan masyarakat Sunda berkembang anggapan bahwa Ratu Kidul merupakan titisan dari seorang putri Pajajaran yang bunuh diri di laut selatan karena diusir oleh keluarganya karena ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga lainnya malu. Dalam kepercayaan Jawa tokoh ini dianggap bukanlah Ratu Laut Selatan yang sesungguhnya, melainkan diidentikkan dengan Nyi Rara Kidul, pembantu setia Kanjeng Ratu Kidul. Hal ini berdasarkan kepercayaan bahwa Ratu Kidul berusia jauh lebih tua dan menguasai Laut Selatan jauh lebih lama sebelum sejarah Kerajaan Pajajaran.

Telah sejak lama masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan Jawa Barat yang berwujud perempuan cantik. Tokoh ini disebut Nyi Rara Kidul. Pada perkembangannya masyarakat cenderung menyamakan Nyi Rara Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Jawa, Nyi Rara Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul. Berikut adalah kisahnya.

Sejarah gunung salak

                                  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmmwOek7-sykr1uNQCTAaC552liQJDFodFjPqfF2UirgXqtyLMizEfeUg_V1Z3S4FTkUtGGGyh95Y9pvH0cYyLC2KCYcA2WMpGlvgUk2nzgVFgL9jXHNCeVWQp4l1CcU13PATfh3-e5A/s1600/gunung-salak.jpg
Gunung Salak kini menjadi buah bibir. Gunung yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu kembali ramai dibicarakan setelah pesawat Sukhoi Superjet 100 yang ditumpangi oleh 45 orang jatuh di lerengnya. Belum diketahui secara pasti kondisi 45 penumpang itu.


Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, semakin menguatkan mitos bahwa gunung berapi ini angker. Terlebih, sebagian warga setempat ada yang masih percaya bahwa Gunung Salak adalah tempat yang suci, tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.
                                  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwV7xeAxzmFBGeU4apOwJ1XCCTFMezu5hHS-kP7ibwfgztRfGsTQtP_ve7CjENr-3J4s2njeCTfJ6wTOw-_XhzpgbfOWBL2Nf56ZrDPMDoyTSaj7j2cEeP662eksAFkZcPdqaAlGwgQWo/s1600/prabu+siliwangi_anehtapinyata.net.jpg
Penelusuran merdeka.com, Jumat (11/5), sebuah pura juga dibangun di lereng Gunung Salak. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari Gunung Salak ini konon dibangun sebagai penghormatan terhadap Prabu Siliwangi dan para prajuritnya yang menghilang di Gunung Salak dan menjelma menjadi macan.

Masyarakat sekitar juga sering menemukan hal-hal gaib di kawasan Gunung Salak ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi. Sebelum membangun pura ini pada 1995, umat Hindu terlebih dahulu membangun candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Di lokasi inilah, diyakini Prabu Siliwangi menghilang dan berubah wujud menjadi macan.

Sejarah KA Bintaro dan stasiun manggarai

Peristiwa naas berupa tabrakan maut antara dua kereta api yang terjadi pada Senin pagi, 19 Oktober 1987 di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam dunia transportasi Indonesia.


Lebih dari 100 nyawa melayang, beberapa dari mereka bahkan ditemukan terpental jauh dari lokasi akibat hebatnya benturan. Sedangkan korban lainnya remuk tak bernyawa di antara himpitan besi-besi. Kondisinya pada saat itu benar-benar mengerikan, bahkan butuh waktu sampai dua hari untuk mengevakuasi seluruh korban jiwa.

Anehnya, sejak peristiwa tersebut, tingkat kecelakaan maut di jalur perlintasan kereta api tersebut dikabarkan meningkat, terutama pada hari Senin. Kabarnya banyak pengemudi kendaraan yang mengaku tidak mendengar sinyal kereta yang akan lewat. Tak hanya itu, konon tak sedikit pula pejalan kaki yang berjalan di atas rel tepat ke arah kereta yang sedang melaju. Menurut keyakinan masyarakat, perilaku aneh tersebut dikarenakan para korban dirasuki oleh Hantu Budek.

Sejarah jembatan ancol

                                  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpoxty-Xh-1SytkoMJuuRNhZZ2jMRiRmsLkAp-t3_BkM1xCBIiiQo9dQ29CNcGBEAG1pvUl6eUGrmiq2t9EOmrnEswGwYMiJEnXpl-Ny-6WIUhNYltLhe1u1ypnOvYwrS0dN3TP4St_w/s320/si+manis+jembatan+ancol+-+mariyam.jpg
Jembatan ancol yang dulunya merupakan jembatan goyang ini berada di jakarta utara. Jembatan ini lebih ‘populer’ dibanding dengan jembatan lain yang lebih besar dan lebih bagus di Jakarta. Bukan karena keunikan bentuk bangunan atau ukuran jembatan ini, melainkan cerita di balik jembatan ini. Si manis jembatan ancol dipercayai adalah arwah dari Maryam atau Siti Ariah.

Minggu, 27 November 2016

sejarah '' Lubang Buaya ''

Kalian pasti ingat dengan peristiwa G30S/PKI kan? Peristiwa ini mengingatkan kita tentang perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia. Pancasila dari ancaman ideologi komunis. Tahukah kalian bahwa untuk mengenang peristiwa ini dibangun sebuah monumen yg bernama Monumen Pancasila Sakti yg terletak di daerah Lubang Buaya Jakarta. panca
Monumen ini dibangun di atas lahan seluas 9 Hektar, atas prakarsa Presiden ke-2 RI, Soeharto. Monumen ini terletak Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Di sebelah selatan terdapat markas besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, sebelah utara adalah Bandar Udara Halim Perdanakusuma, sedangkan sebelah timur adalah Pasar Pondok Gede, dan sebelah barat, Taman Mini Indonesia Indah.

Sejarah " Stasiun Manggarai '

Hasil gambar untuk sejarah kereta manggarai
Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan KA didesa Kemijen Jum'at tanggal 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada Hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen - Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA didaerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.
Hasil gambar untuk sejarah kereta manggarai
 

Sejarah '' Pondok Indah Bedugul"

Hotel Pondok Indah Bedugul terletak di kawasan wisata Bedugul, Kabupaten Tabanan, Bali. Bangunan hotel berlantai empat ini dibangun sekitar tahun 1997 oleh Tommy Soeharto. Sekitar tahun 2007, hotel ini kemudian ditutup dan menjadi bangunan mangkrak.
PI Bedugul (Foto: flickr/pietmulder)
PI Bedugul (Foto: flickr/pietmulder)
Konon, bangunan ini menyimpan cerita misterius. Kabar burung yang beredar mengisahkan tentang puluhan wisatawan Rusia yang tiba-tiba menghilang di tempat ini. Walaupun tidak ada bukti nyata mengenai kabar tersebut, tapi beberapa Tour Guide kerap kali ditanyai oleh banyak wisatawan dari Rusia. Benarkah kabar tersebut?
Komang, seorang kawan yang saya kenal sebagai driver sekaligus Tour Guide menceritakan bahwa dirinya pernah bertemu seorang backpacker dari Rusia. Suatu ketika wisatawan yang ditemuinya tersebut minta diantar ke Hotel Pondok Indah Bedugul. Berhubung wisatawan tersebut berstatus backpacker, maka Komang membuat jadwal di luar jadwal regulernya.
Sampai pada hari yang ditentukan, Komang bersama backpacker tersebut tiba di lokasi sesuai rencana. Setelah melihat-lihat sebentar, sang wisatawan membaca catatan pribadinya. Tentang puluhan wisatawan Rusia yang tidak pernah kembali, tentang suasana mistis menjelang tengah malam, dan ritual Rusia yang sulit dimengerti.
Peta Lokasi Bedugul, Tabanan, Bali
Peta Lokasi Bedugul, Tabanan, Bali
Sang backpacker cantik kemudian menceritakan tentang kabar yang sampai di telinganya saat di Rusia tersebut dengan detail. Bahwa kabar burung tersebut seolah benar-benar ada. Dia meyakini benar bahwa berita itu nyata. Berbanding terbalik dengan Komang, yang justru baru mendengar kabar ini justru dari seorang backpacker Rusia.
Menjelang malam, backpacker cantik masih asyik dengan ceritanya. Sebelum mengakhiri wisata malamnya, dia mengungkapkan ingin bercinta dengan sang Tour Guide. Bagi komang, itu adalah ide menarik, dan komang menyanggupinya dengan senang hati. Kemudian si backpacker cantik mengajukan syarat; bercinta di tempat ini. Nanti diantara jam 12 malam.
Menurut perempuan itu, yang lagi-lagi berdasarkan cerita temannya di Rusia, ada nuansa mistis yang tidak bisa dirasakan saat bercinta di tempat lain. Bercinta di tempat tersebut merupakan perpaduan antara dunia nyata dengan dunia yang lain. Keberadaan alam lain, katanya yang tidak bisa dirasakan saat bercinta di tempat biasa.
bedugulKomang yang sedari tadi mendengar cerita tersebut berusaha memahami apa yang diinginkan. Di saat yang sama, bercinta diantara dua dunia menurutnya bukan disini tempatnya. Alih-alih mendapat kenikmatan, dirinya malah merasa tidak menghormati tempat ini. Terpaksa dia harus menolak ajakan yang menurutnya konyol tersebut.
Akhirnya dengan segenap upaya meyakinkan bahwa kabar itu sesat, komang membawa paksa perempuan itu pergi. Komang menstater mobilnya, memencet central lock, menginjak gas, lalu meluncur ke Denpasar.
Hotel Pondok Indah Bedugul (Foto: flickr.com/pietmulder)
Hotel Pondok Indah Bedugul (Foto: flickr.com/pietmulder)
Namun perempuan itu masih saja mencoba meyakinkan Komang dengan menunjukkan bukti-bukti video di Youtube. Video yang diunggah oleh user-user Rusia tentang kenikmatan mistis bercinta melewati tengah malam di PI Bedugul. Juga tulisan-tulisan dari beberapa Blogger Rusia, yang menulis catatan perjalanan ke Bali dengan menikmati suasana ML mistis tersebut.
Komang terus mengelak bahwa cerita itu bohong belaka. Menyesatkan dan tidak bertanggung jawab. Perempuan itu terus mendesak dan mengatakan orang-orang Bali sengaja menutup-nutupi, agar orang Rusia tidak bisa menikmati wisata langka yang hanya ada di Bali tersebut.

Sumber : https://elgibrany.wordpress.com/2015/01/11/pi-bedugul-ritual-mistis-dan-wisatawan-rusia/

Sejarah '' Keraton Yogyakarta ''

Sejarah Kraton Yogyakarta

  http://keyogyakarta.com/wp-content/uploads/2013/11/cerita-rakyat-jogja-1.jpg
Kraton Yogyakarta yang sangat terkenal, memiliki sejarah panjang yang ada kaitannya dengan perjanjian Gianti, Seperti apa kisahnya?

KRATON Yogyakarta dibangun tahun 1756 Masehi atau tahun Jawa 1682 oleh Pangeran Mangkubumi Sukowati yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Setelah melalui perjuangan panjang antara 1747-1755 yang berakhir dengan Perjanjian Gianti . Sebelum menempati Kraton Yogyakarta yang ada saat ini, Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Sri Sultan Hemengku Buwono Senopati Ingalogo Ngabdulrahman Sayidin Panotogomo Kalifatullah tinggal di Ambar Ketawang Gamping, Sleman. Lima kilometer di sebelah barat Kraton Yogyakarta.Bangunan Kraton Yogyakarta sedikitnya terdiri tujuh bangsal. Masing-masing bangsal dibatasi dengan regol atau pintu masuk. Keenam regol adalah Regol Brojonolo, Sri Manganti, Danapratopo, Kemagangan, Gadungmlati, dan Kemandungan.Kraton diapit dua alun-alun yaitu Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Masing-masing alun-alun berukurang kurang lebih 100x100 meter. Sedangkan secara keseluruhan Kraton Yogyakarta berdiri di atas tanah 1,5 km persegi.

Bangunan inti kraton dibentengi dengan tembok ganda setinggi 3,5 meter berbentuk bujur sangkar (1.000 x 1.000 meter). Sehingga untuk memasukinya harus melewati pintu gerbang yang disebut plengkung. Ada lima pintu gerbang yaitu Plengkung Tarunasura atau Plengkung Wijilan di sebelah Timur Laut kraton. Plengkung Jogosuro atau Plengkung Ngasem di sebelah Barat Daya. Plengkung Joyoboyo atau Plengkung Tamansari di sebelah Barat. Plengkung Nirboyo atau Plengkung Gading di sebelah Selatan. Plengkung Tambakboyo atau Plengkung Gondomanan di sebelah Timur.
Dalam benteng, khususnya yang berada di sebelah selatan dilengkapi jalan kecil yang berfungsi untuk mobilisasi prajurit dan persenjataan. Keempat sudut benteng dibuat bastion yang dilengkapi dengan lubang kecil yang berfungsi untuk mengintai musuh.
 
Sebagai salah satu bukti Indonesia adalah negara yang sangat kaya, adalah banyaknya jenis istana di berbagai pelosoknya. Kraton Yogyakarta Hadiningrat adalah salah satunya, yang punya banyak mitos dan cerita, di antaranya adalah ,Beringin kembar ini terletak di Alun-alun Selatan komplek Kraton. Anda akan menemukan Plengkung Gading, yakni gerbang masuk Alun-alun yang berupa tanah lapang. Sesuai namanya, beringin kembar adalah 2 pohon beringin besar yang berdiri berdampingan.Mitos di yang beredar di masyarakat, Anda yang berhasil melewati beringin kembar dengan mata tertutup berarti hatinya bersih dan lapang. Namun rupanya, tradisi yang disebut Masangin itu sudah ada sejak zaman Kesultanan Yogyakarta masih berjaya.Masangin biasa dilakukan tiap malam 1 suro, saat ritual Topo Bisu dilakukan. Pada masa itu, para prajurit dan abdi dalem mengelilingi benteng dan tidak boleh mengucap 1 kata pun. Berbaris rapi mengenakan pakaian lengkap adat Jawa, mereka berjalan dari halaman Kraton menuju pelataran alun-alun. Melewati kedua pohon beringin tersebut.
Hasil gambar untuk mitos tentang kraton yogyakarta
 
Hal itu diyakini untuk mengalap berkah dan meminta perlindungan dari banyaknya serangan musuh. Dari situlah mitos mulai berkembang. Kalau bisa melintasi dua pohon beringin kembar itu dengan mata tertutup, semua permintaan kita akan dikabulkan.Mitos lain yang tak kalah menarik adalah ngerayah gunungan, tradisi yang dilakukan saat ritual Grebeg Mulud. Grebeg Mulud adalah tradisi yang merupakan puncak rangkaian peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. Tiap Grebeg Maulud dilakukan, ada 7 gunungan besar diarak keliling Kraton. Gunungan itu berisi rangkaian buah serta hasil panen lainnya. Nah, 'ngerayah' berarti berebut untuk mengambil barang-barang yang ada di gunungan karena semua gunungan itu dianggap membawa berkah.Grebeg Maulud diawali dari pagelaran di Kraton Yogyakarta. Dikawal oleh 12 prajurit Kraton, 7 gunungan tersebut diarak dan dibagi ke 3 lokasi yaitu Masjid Gede Kauman, Puro Pakualaman, dan Kantor Kepatihan. Tradisi ini menjadi daya tarik wisatawan, selalu penuh sesak!
Hasil gambar untuk mitos tentang kraton yogyakarta
Mitos terakhir yang tak kalah seru, bahkan mengundang tanda tanya, adalah hubungan Sultan Hamengkubuwono dengan penguasa Pantai Selatan yakni Kanjeng Ratu Kidul. Konon, para Raja Jawa bisa berkomunikasi dengan Ratu Kidul dengan tidak kasat mata, untuk memperoleh keselamatan serta ketentraman.Oleh karena itulah konon dibuat komplek Taman Sari, yang artinya 'istana bawah air'. Komplek yang terletak di sebelah barat Kraton Yogyakarta ini mitosnya dibuat sebagai tempat pertemuan para Sultan dengan Ratu Kidul.
 Hasil gambar untuk gambar komplek taman sari yogyakarta
sumber: http://www.yogyakartaonline.com/index.php?option=com_content&view=article&id=244:kraton-yogyakarta&catid=54:kasultanan&Itemid=173http://blog-sejarah.blogspot.co.id/2010/11/sejarah-kraton-yogyakarta.htmlhttp://keyogyakarta.com/wp-content/uploads/2013/11/cerita-rakyat-jogja-1.jpgbp.blogspot.com/-RgitigjE1cM/VQu3BhcMsGI/AAAAAAAAH2w/9vgTx_46O-o/s1600/Misteri%2BPohon%2BBeringin%2BKembar%2BDi%2BAlun-Alun%2BYogyakarta.jpg

Sejarah " Goa Jepang Bandung "

Gua Jepang Bandung adalah salah satu gua yang berada di dalam kawasan Taman Hutan Raya Ir.H. Juanda, Bandung Utara. Gua Jepang ini dibuat pada tahun 1942 oleh balatentara pendudukan Jepang dengan bantuan para pekerja paksa romusha. Gua Jepang tidak pernah terselesaikan dan kabarnya belum pernah direnovasi sejak saat itu.
Gua Jepang di Bandung adalah salah satu dari gua bersejarah yang terserak di seluruh negeri yang dibuat selama Perang Dunia II, dan telah menjadi bagian sejarah panjang dari republik ini. Selain sebagai tempat perlindungan dan persembunyian, gua juga sering dipakai sebagai tempat penyimpanan logistik makanan, senjata dan amunisi.
Ukuran Gua Jepang Bandung ini cukup besar yang membuat orang dengan mudah bisa melangkahkan kaki di sepanjang lorong gua dan tidak ada kesulitan bagi pengunjung untuk bernafas di dalamnya. Namun anda perlu menyewa lampu senter seharga Rp.3.000 untuk masuk ke dalam Gua Jepang, oleh karena tidak ada penerangan sama sekali di dalam sana.
gua jepang bandung
Pemandangan pada bagian dinding luar gua yang nyaris tegak lurus. Gua Jepang Bandung memiliki tiga buah lubang untuk masuk, semuanya berada di bagian depan pada jarak yang relatif dekat satu dengan yang lainnya. Para pengunjung biasanya masuk ke dalam gua dari lubang yang pertama dan kemudian keluar melalui lorong lubang yang terkahir.
Gua Jepang Bandung ini kabarnya dulunya dipergunakan sebagai tempat persembunyian serta sekaligus menjadi gudang amunisi dan persenjataan bagi balatentara Jepang. Setelah Belanda resmi bertekuk lutut tanpa syarat kepada tentara Jepang di Kalijati, pada 9 Maret 1942 tentara Jepang berbaris memasuki Kota Bandung dari arah Lembang.
gua jepang bandung
Sebuah foto dari lorong masuk Gua Jepang Bandung yang ketiga. Lorong ini cukup lebar dan tinggi sehingga bisa dengan mudah memasukkan persenjataan berat ke dalamnya. Simpangan jalan ke kiri dan ke kanan juga terlihat pada lorong ini. Lubang gua ini dibuat dalam lintasan garis lurus yang memudahkan pergerakan manusia dan barang.
Meskipun Jepang disebut membangun gua ini pada 1942, namun tak jelas dimulai pada bulan apa dan selesai berapa lama. Hanysa saja membangun gua tampaknya menjadi prioritas tentara Jepang begitu menguasai sebuah daerah yang penting. Karena itu peninggalan Gua Jepang ditemukan tersebar di banyak tempat di seluruh Indonesia.
Jepang hanya membutuhkan waktu delapan hari untuk menundukkan tentara sekutu dalam Pertempuran Jawa yang berlangsung mulai 28 Februari 1942. Tentara Jepang yang berkekuatan 35.000 serdadu berhasil mengalahkan gabungan tentara Belanda yang berjumlah 25.000, Inggris 3.500, Australia 2.500, dan Amerika Serikat sekitar 1.000 serdadu.
gua jepang bandung
Sebuah lorong gua yang melintang sejajar dengan jalanan di depan Gua Jepang Bandung. Di sebelah kiri lorong ini terdapat lubang setinggi 1 meter yang dipergunakan sebagai lubang pengintai. Di dalam gua tidak ada lagi benda tersisa dari jaman perang, oleh karena memang bukan benteng pertahanan yang biasa dipasang meriam.
Jika tidak merasa terlalu yakin untuk masuk ke dalam gua sendirian, sebaiknya anda siapkan uang persenan dan meminta salah satu orang di sana untuk menemani anda masuk dan menjadi pemandu jalan. Meskipun anda tidak akan tersesat ketika berada di dalam Gua Jepang Bandung, namun perlu senter untuk menerangi lorong yang sangat gelap.
Jika membawa kamera DSLR, sebaiknya anda mencoba memakai teknik bulb ketika memotret di dalam ruangan gua, yang saya lupa untuk melakukannya. Jangan lupa pula untuk membawa tripod karena tanpa itu akan sulit untuk mendapatkan foto yang baik di dalam gua. Jika pun lupa membawa maka dinding gua bisa dipakai sebagai penopang kamera.
Goa Jepang Bandung bisa ditempuh dengan berjalan kaki santai melewati rimbun pepohonan sekitar 300 meter dari pintu gerbang utama Taman Hutan Raya Ir H Juanda. Ada pula ojek motor yang bisa disewa untuk mengantarkan pengunjung hingga ke Gua Belanda yang terletak sekitar 150 meter dari Gua Jepang, dan terus ke Curug Omas.

Sumber : http://www.thearoengbinangproject.com/gua-jepang-bandung/