Adapun tempat-tempat bersejarah di Blitar yang layak untuk dikunjungi adalah:
Makam Bung Karno
Makam Bung karno
Sebagai bangsa Indonesia, pasti tahu presiden pertama Republik
Indonesia bapak Soekarno. Karena selain sebagai presiden, beliau juga
dikenal sebagai bapak proklamator bersama Bung Hatta. Tidak hanya itu,
kharisma beliau dalam memimpin bangsa Indonesia menjadikan beliau
sebagai persiden terbaik sepanjang masa. Itulah kenapa makam Bung Karno
yang berada di kota Blitar, kini ramai dikunjungi oleh wisatawan. Baik
itu yang datang untuk mendoakan beliau, atau sekadar ingin mengagumi
kemegahan arsitektur dari makam beliau.
Makam Bung Karno terletak di kelurahan bendogerit, kecamatan
Sanawetan, kota Blitar. Makam ini pernah beberapa kali mengalami
pembangunan, pada tahun 2004 dibangun juga perpustakaan serta museum
yang di dalamnya bisa dilihat karya-karya pengabadian dalam bentuk
fotografi. Lalu ada patung Bung Karno yang kerap menjadi objek foto bagi
para wisatawan.
7 TEMPAT BERSEJARAH DI NAD ( NANGGRO ACEH DARUSSALAM), kalau loe
berwisata ke Aceh gak akan lengkap men kalau loe gak ke tempat-tempat
bersejarah di Aceh.. sebab loe gak akan bisa banyangin apa yang terjadi
pada masa lampau.. jadi gua kasih info tentang tempat - tempat
bersejarah yang ada di aceh.. sekalian nambah pengetahuan tentang
sejarah.. so Selamat Membaca!!!
1. MASJID RAYA BAITURRAHMAN
Yang pertama ini pasti gak asing lagi sob!! masjid dengan keajaibannya
bertahan di tengah kejadian tsunami 2004 silam dan menjadi masjid
terbesar di Asia Tenggara.. yaps!! masjid Baiturrahman adalah masjid
kesultanan Aceh pada jaman dahulu, dan saat belanda menyerang aceh pada
tahun 1873, masjid ini sempat di bakar.. wah loe bayangin sob!! masjid
di bakar men!! kayak jaman Nabi aja.. tapi pada jaman 1875 Belanda
membangun lagi masjid ini sebagai penggantinya..
2. GUNONGAN
Tempat yang mirip istana kecil ini adalah GUNONGAN yang di bangun oleh
Sultan Iskandar Muda atas permintaan Putroe phang atau Putri Kamaliah
yang berasal dari Pahang.. coba kalian tebak untuk apa bangunan ini??
penasaran?? ini adalah tempat bermain untuk permaisuri Sultan Iskandar
Muda tersebut. so sweet bgt broh!!
gunongan
3. BENTENG INDRA PATRA
Benteng peninggalan kerajaan Hindu pertama di Aceh ini digunakan sebagai
tempat peribadatan dan benteng pertahanan dari gempuran musuh.. Ya
kalian tahu kan!! dulu sering banget ada perang.. jadi mereka para orang
hindu memngunnya untuk bertahan dari perang..
benteng indra petra
4. RUMOH ACEH
Rumah adat aceh yang di fungsikan sebagai museum ini banyak menyimpan
ribuan peninggalan sejarah Aceh sob!! di dalam nya sangat lengkap.. jadi
kalau kalian pengen tahu tentang Aceh dari jaman pra modern hingga
peninggalan masa penjajahan ada semua.. n gak cumai itu vroh.. ada masih
banyak yang lain di dalam.. jangan lupa mampir vroh!!
Gedung Balai Kota Lama ini berdiri sejak tahun 1900 dan telah menjadi
saksi perkembangan Kota Medan dari waktu ke waktu. Setidaknya, ada 12
walikota yang pernah memiliki kantor di sana. Bangunan cantik ini sempat
mengalami masa-masa kelam. Pada tahun 1990, Gedung Balai Kota Baru
dibangun dan mulai saat itulah, Gedung Balai Kota Lama terbengkalai dan
tak terurus. Namun setelah ada pembangunan hotel di belakangnya, gedung
ini mulai kembali terawat. Letak Gedung Balai Kota Lama ada di Jalan
Balai Kota Medan dan bisa dikunjungi kapan saja. Baik malam atau siang,
gedung ini tetap memancarkan pesonanya. Kesan paling teringat saat
berkunjung di Gedung ini adalah mengingatkan kita pada jaman belanda.
2. Kantor Pos Medan
Tidak lama Gedung Balai Kota Lama berdiri, dibangunlah Kantor Pos Medan.
Bangunan yang didirikan pada tahun 1909 ini memiliki bentuk yang cukup
Unik karena memiliki atap kubah. Kantor Pos yang berada di Jalan Medan
Merdeka Square ini menjadi destinasi wajib bagi hampir seluruh wisatawan
yang melancong ke Medan. Meski memiliki fungsi yang masih sama, yaitu
sebagai kantor pos, bangunan ini hampir selalu ramai didatangi
wisatawan. Apalagi letaknya yang tidak terlalu jauh dari Merdeka Walk
yang ada di jantung Kota Medan membuat bangunan ini cukup strategis
untuk didatangi.
3. Titi Gantung
Jembatan dibangun untuk memudahkan masyarakat untuk mencapai satu tempat
ke tempat lain. Ada jembatan tua nan cantik, membentang di atas jalur
kereta api, terletak di dekat Stasiun Kereta Api Medan. Namanya Titi
Gantung. Bentuknya berliku dan memiliki oranamen indah di sekeliling
tubuhnya. Bangunan yang didirikan tahun 1885 ini memiliki fungsi awal
untuk pejalan kaki yang ingin menyeberang tanpa lewat jalur kereta api,
dan untuk para calon penumpang kereta api. Tak hanya sampai di situ,
jembatan ini juga bisa digunakan untuk pelancong atau turis yang ingin
menikmati pemandangan sekitar dari ketinggian. Jembatan ini menyajikan
pemandangan lampu malam yang cantik, terutama saat sedang ada pasar
malam di Lapangan Merdeka.
4. Menara Air Tirtanadi
Inilah ikonnya Kota Medan: Menara Air Tirtanadi. Menara ini sangat
penting bagi kelangsungan hidup masyarakat Medan terutama yang hidup
pada masa penjajahan Belanda. Itu pun tak semua orang bisa menikmati
kegunaan dari menara air tersebut. Hanyalah orang-orang golongan
bangsawan yang bisa memanfaatkan air dari menara tersebut. Bangunan yang
menjulang dan mencolok karena memiliki bentuk yang kuno ini berada di
Jl Sisingamangaraja I dan bisa dilihat dari banyak tempat. Meski sudah
dibangun dari tahun 1908, namun menara ini masih berfungsi aktif sampai
sekarang. Bangunan setinggi 42 meter ini kini milik PDAM Tirtanadi. Tak
hanya bangsawan yang bisa menikmati air dari sini, melainkan semua
orang. Jangan lupa untuk mengabadikan menara ini saat berkunjung ke sana
ya!
1. Masjid Almakmur cikini Masjid Almakmur dibangun pada 1860 dan menjadi salah satu masjid
tertua yang ada di Jakarta. Sempat mengalami sengketa tanah dengan
pemerintah kolonial Belanda, masjid Almakmur Cikini akhirnya diresmikan
berdiri oleh Agus Salim pada 1932 dan diperlebar ke belakang pada 1962
menyerupai bangunan aslinya.
Sumber Foto: Jakarta.go.id 2. Gereja Katedral
Pembangunan gereja katedral dimulai ketika Paus Pius VII mengangkat
pastor Nelissen sebagai prefek apostik Hindia Belanda pada 1807. Sempat
mengalami musibah kebakaran dan ambruk, Gereja Katedral yang lokasinya
bersebelahan dengan Masjid Istiqlal akhirnya dibangun oleh seorang
arsitek bernama MJ Hulswit.
Bus
tingkat wisata jurusan Pasar Baru-Bundaran HI melintas di Kawasan Gereja
Katedral, Jakarta, (6/10/14). (Liputan6.com/ Faizal Fanani) 3. Wihara Dharma Bhakti
Wihara yang berlokasi di kawasan Petak Sembilan, Taman Sari, Jakarta
Barat, merupakan salah satu wihara tertua yang ada di Jakarta. Dibangun
pada 1650 oleh seorang Luitnant Tionghoa yang bernama Kwee Hoen, Wihara
Dharma Bhakti masih berfungsi hingga kini.
Oleh masyarakat keturunan Tionghoa, wihara ini lebih dikenal denga
nama Jin De Yuan, yang memiliki makna mengingatkan manusia untuk lebih
mementingkan kebajikan antar sesama, bukan hanya kehidupan duniawi saja.
Pada Mei 2015, wihara ini mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan beberapa bagiannya.
Wihara
Dharma Bhakti ditutupi dengan seng setelah terbakar beberapa waktu
lalu, Jakarta, Rabu (6/5/2015). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama meminta para pengusaha untuk membantu pembangunan Wihara Dharma
Bhakti. (Liputan6.com/Faizal Fanani) 4. Gereja Sion
Gereja Sion merupakan gereja peninggalan Portugis yang dibangun pada
1695. Terletak di antara Jalan Pangeran Jayakarta dan Jala Mangga Dua
Raya. Memiliki bangunan bergaya art deco, Gereja Sion hingga kini masih
difungsikan sebagaimana tujuan awal didirikan. Sebagai salah satu gereja
tertua di Jakarta, Gereja Sion kerap mendapat kunjungan dari berbagai
turis asing yang melancong ke Kota Jakarta.
Gedung Panti Budaya sebagai gedung yang dewasa
ini dijadikan sebagai Museum Probolinggo telah menjadi ikon pariwisata di kota
probolinggo. Sebagai pusat sejarah dan budaya, museum probolinggo memegang
peranan penting dalam menunjang proses pembelajaran bagi para wisatawan. Dengan
dilengkapi berbagai atribut benda-benda bernilai sejarah serta replika yang
mencerminkan eksistensi sebuah budaya bernilai tinggi, mampu meningkatkan citra
kota probolinggo sebagai kota sejarah. Berbagai aset peninggalan pada masa
penjajahan belanda, turut menambah koleksi museum probolinggo. Museum
probolinggo yang secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya
Propinsi Jawa Timur pada saat penyelenggaraan MPS2, juga didukung oleh berbagai
institusi terkait, seperti Museum Empu Tantular. Diharapkan dengan penerapan
kerjasama yang semakin beragam dengan berbagai unit kerja, akan meningkatkan
kualitas dan kuantitas produk hasil peninggalan sejarah di museum probolinggo.
Secara umum, museum probolinggo terbuka bagi umum untuk setiap harinya dari
mulai jam 08.00 – 15.00 WIB. Bagi para pengunjung museum tidak dikenakan tiket
masuk.
Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanahKota Surabaya.
Tinggi monumen ini adalah 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku
terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures)
sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan
canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu
tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga
bagi seluruh Rakyat Indonesia.
Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November1945 di Surabaya, di mana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia.
Monnumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10
November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang
gugur dalam perang kemerdekaan.
Jembatan Merah
Jembatan Merah merupakan salah satu monumen sejarah di Surabaya, Jawa Timur yang dibiarkan seperti adanya: sebagai jembatan. Jembatan yang menjadi salah satu judul lagu ciptaan Gesang ini, semasa zaman VOC dahulu dinilai penting karena menjadi sarana perhubungan paling vital melewati Kalimas menuju Gedung Karesidenan Surabaya, yang sudah tidak berbekas lagi.
Kawasan Jembatan Merah merupakan daerah perniagaan yang mulai berkembang sebagai akibat dari Perjanjian Paku Buwono II
dari Mataram dengan VOC pada 11 November 1743. Dalam perjanjian itu
sebagian daerah pantai utara, termasuk Surabaya, diserahkan
penguasaannya kepada VOC. Sejak saat itulah Surabaya berada sepenuhnya
dalam kekuasaan Belanda. Kini, posisinya sebagai pusat perniagaan terus
berlangsung. Di sekitar jembatan terdapat indikator-indikator ekonomi,
termasuk salah satunya Plaza Jembatan Merah.
Perubahan fisiknya terjadi sekitar tahun
1890-an, ketika pagar pembatasnya dengan sungai diubah dari kayu
menjadi besi. Kini kondisi jembatan yang menghubungkan Jalan Rajawali
dan Jalan Kembang Jepun di sisi utara Surabaya itu, hampir sama persis
dengan jembatan lainnya. Pembedanya hanyalah warna merah.
Museum
perjuangan 10 Nopember didirikan sebagai bentuk kenangan atas keberanian
arek-arek Suroboyo pada pertempuran heroik tanggal 10 Nopember 1945.
Museum yang diresmikan pada tahun 2000 dan berlokasi di dalam kompleks
Tugu Pahlawan ini telah terkenal sebagai salah satu tujuan wisata kota
Surabaya. Di Museum ini, beberapa benda peninggalan Bung Tomo serta
rekaman asli pidato Bung Tomo yang berapi-api membangkitkan gelora dan
hasrat rakyat akan kemerdekaan dapat didengarkan dari sebuah radio kuno.
Beberapa diorama statis menggambarkan aksi kepahlawanan arek-arek
Suroboyo yang hanya dengan menggunakan bambu runcing dan senapan
rampasan mampu melawan sekutu dapat dinikmati di lantai 2 museum.
Monumen Kapal Selam ini terletak di
pusat kota Surabaya. Monumen Kapal Selam adalah wujud asli dari KRI
Pasopati 410, salah satu kapal selam TNI – Angkatan Laut dari satuan
Kapal Selam Armada RI Kawasan Timur.
KRI Pasopati termasuk jenis SS type
Whisky Class dibuat di Vladi Rusia pada tahun 1952, berperan aktif dalam
menegakkan kedaulatan negara dan hukum di laut antara lain dalam
operasi Trikora. Kapal selam ini telah menjadi salah satu tempat wisata
di Surabaya yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.
Tugu Proklamasi (Liputan6.com/Yoppy Renato)
Tugu Proklamasi berdiri di tanah lapang kompleks Taman Proklamasi di
Jalan Proklamasi (dahulunya disebut Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56),
Jakarta Pusat. Pada kompleks juga terdapat monumen dua patung
Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan
dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di
tempat inilah naskah proklamasi kemerdekaan
RI dibacakan untuk pertama kalinya oleh Soekarno. Dulunya, tempat ini
adalah rumah Soekarno tetapi dihancurkan atas permintaan Soekarno pada
1960.
2. Gedung Joeang '45
Gedung Joeang '45. Sumber: Museumsejarahjakarta.net
Gedung yang dibangun pada 1920an awalnya adalah hotel yang dikelola oleh
keluarga LC Schomper, orang berkebangsaan Belanda yang sudah lama
tinggal di Batavia. Kemudian pada 1942 gedung ini diambil alih oleh
pemuda Indonesia kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan
Propaganda Jepang). Di kantor inilah kemudian diadakan program
pendidikan politik untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia dan dibiayai
sepenuhnya oleh pemerintah Jepang.