Sabtu, 25 Maret 2017

sejarah kampus ITB

Sejarah dan Menguak Berdiri Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) - Universitas Institut Teknologi Bandung atau biasa disebut oleh orang ITB adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia. Kampus ini terletak di jalan Ganesha-Bandung.Untuk itu mimin akan menguak sejarah berdiri dari Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sejarah ITB bermula sejak awal abad kedua puluh, atas prakarsa masyarakat penguasa waktu itu. Gagasan mula pendirianya terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama. Technische Hoogeschool te Bandoeng berdiri tanggal 3 Juli 1920.
universitas itb
ITB didirikan pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng (sering disingkat menjadi TH te Bandoeng, TH Bandung, atau THS) dengan satu fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Weg- en Waterbouwkunde. ITB juga merupakan tempat di mana presiden Indonesia pertama, Soekarno meraih gelar insinyurnya dalam bidang Teknik Sipil.
Pada masa penjajahan Jepang, tepatnya tanggal 1 April 1944, THS dibuka kembali oleh Pemerintah Militer Jepang dengan nama バンドン工業大学 (Bandung Kōgyō Daigaku?)setelah ditutup sejak 8 Maret 1942 dengan menyerahnya Hindia Belanda di Kalijati. Kemudian pada masa kemerdekaan Indonesia, tahun 1945, namanya diubah menjadi “Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung”. Pada tahun 1946, STT Bandung dipindahkan ke Yogyakarta dan menjadi cikal bakal lahirnya Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
Pada tanggal 21 Juni 1946, NICA mendirikan Universiteit van Indonesie dengan Faculteit van Technische Wetenschap sebagai pengganti STT Bandung di lokasi Kampus THS dulu. Sebagian besar pengajarnya adalah para mantan pengajar THS yang baru saja dibebaskan dari kamp interniran Jepang. Dan pada 6 Oktober 1947, Faculteit van Exacte Wetenschap berdiri. Ini kemudian menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia sejak 2 Februari 1950.
Kemudian pada tanggal 2 Maret 1959, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam secara resmi memisahkan diri menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).
Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan Proklamasi Kemerdekaan serta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Teknologi di Kota Bandung pada tanggal 2 Maret 1959. Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.
Kurun dasawarsa pertama tahun 1960-an ITB mulai membina dan melengkapi dirinya dengan kepranataan yang harus diadakan. Dalam periode ini dilakukan persiapan pengisian-pengisian organisasi bidang pendidikan dan pengajaran, serta melengkapkan jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dengan penugasan belajar ke luar negeri.
Kurun dasawarsa kedua tahun 1970-an ITB diwarnai oleh masa sulit yang timbul menjelang periode pertama. Satuan akademis yang telah dibentuk berubah menjadi satuan kerja yang juga berfungsi sebagai satuan sosial-ekonomi yang secara terbatas menjadi institusi semi-otonom. Tingkat keakademian makin meningkat, tetapi penugasan belajar ke luar negeri makin berkurang. Sarana internal dan kepranataan semakin dimanfaatkan.

Sejarah terowongan casablanca

                       http://www.puteriputeri.com/wp-content/uploads/2017/03/terowongan-cas-3-1024x768.jpg
Kisah Nenek Misterius di Terowongan Casablanca Misteri Terowongan Casablanca. Bercerita tentang keangkeran Jakarta seakan tidak ada habisnya. Fenomena misterius menjadi cerita sehari-hari yang diterima masyarakat. Bahkan, sampai zaman modern, masih banyak yang mempercayai kisah-kisah mistis.
Salah satu cerita mengenai sebuah keangkeran itu adalah Terowongan Casablanca yang menghubungkan Jalan Casablanca dan Jalan Prof Dr Satrio. Lokasi terowongan ini terletak di Kuningan, Jakarta Selatan dan merupakan salah satu jalan tersibuk.
Banyak cerita mistis yang dipercaya masyarakat menjadi penyebab jalan tersebut menjadi sangat angker. Jauh sebelum adanya pembangunan jalan Layang Non Tol yang dibangun Pemprov DKI, setiap memasuki tengah malam lokasi ini menjadi sosok menakutkan bagi sebagian orang.
Informasi yang dihimpun merdeka.com, di lokasi ini pernah beberapa kali terjadi kecelakaan yang dialami kendaraan bermotor, terutama roda dua. Bahkan, cerita mistis lokasi ini sempat difilmkan oleh Indika Entertainment yang disutradarai Nanang Istiabudi dengan judul yang sama.

Sejarah Desa trunyan Bali

Masyarakat Desa Trunyan, Kabupaten Bangli, Bali memiliki tradisi yang unik sekaligus cukup menyeramkan. Karena tak seperti masyarakat Hindu lainnya yang melakukan ngaben (upacara pembakatan manyat), masyarakat Desa Trunyan justru hanya meletakkan jenazah diatas tanah pada pemakaman Trunyan.

Mungkin Anda bisa membayangkan, bagaimana bau busuk yang ditimbulkan dari jenazah tersebut. Namun jangan salah, disini Anda justru tidak akan mencium bau busuk dari jenazah tersebut. Karena di pemakaman Desa Trunyan ada sebuah pohon besar bernama Taru Menyan yang tumbuh lebat di pintu masuk pemakaman. Pohon ini dipercaya mampu menghilangkan bau busuk yang ditimbulkan oleh jenazah. Konon, pohon ini juga menjadi asal usul terciptanya desa bernama Trunyan.

Pintu Masuk Kuburan Trunyan (kiri) dan Pohon Taru Menyan (kanan)

Sejarah pelabuhan Ratu

                                      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCofDUZQe2GUtvRM1UOPBVqNcdQZK9L0gE3ev6dzIbYwchNn-ZTI83artN9rxulsSzZOT9qcqyLHxsLSrlJ2-lfJtPi3dFenLdicz2VieuDm17-ltZqUVQOYWSSRjXOH40cBOOFiesYQ/s1600/Gado+bangkong+InisukabumiCOM.JPG

Tak menutupi kemungkinan jika Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak tempat yang dianggap mengandung hal-hal yang mistis dan tentu saja ada 1001 alasan mengapa tempat-tempat tersebut masuk ke dalam kategori tempat yang angker. Tempat-tempat yang paling angker di Indonesia bukan hanya populer di Indonesia namun juga banyak dikenal di mancanegara. Bagi masyarakat Indonesia, terkadang sesuatu yang mengerikan malah menjadi daya tarik tersendiri untuk di eksplorasi.


Seperti halnya tempat angker paling seram yang ada di di Kamar 308 Hotel Inna Samudera Pelabuhan Ratu. Pasalnya sosok penguasa Pantai Selatan Nyi Roro Kidul, bagi yang percaya, konon masih hidup. Perempuan misteri ini diyakini menetap di kamar Nomor 308 Hotel Samudra Beach, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Jadi, tak heran bila hampir setiap hari kamar itu selalu dikunjungi orang. Kebanyakan dari mereka datang untuk mendapatkan ilham. Tak tanggung-tanggung bahkan, ada di antara mereka yang khusus datang untuk meminta sesuatu, mulai dari ilmu kekebalan hingga yang dapat menyembuhkan orang lain. Namun, ada pula yang datang hanya sekadar untuk menghilangkan rasa penasaran. Sebagaimana yang diyakini banyak orang bahwa Ratu Laut Selatan atau Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul adalah tokoh legenda yang sangat populer di kalangan masyarakat penghuni Pulau Jawa dan Bali. Kepercayaan akan adanya penguasa lautan di selatan Jawa (Samudera Hindia) dikenal terutama oleh suku Sunda dan suku Jawa. Orang Bali juga meyakini adanya kekuatan yang menguasai pantai selatan ini.

                                      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6myqxoSV-Os_fDV0L8wFrGoUHdRDkA98kDyLeVl3B2wv2PC5UibbkSE0Zjit9VbhYZ9CFXvptGKtKmOPYzMHGumTn-g46-TGa0CisfPUF7HUd5JjnIyny91gWPxKHs8zFn8-iDAXE/w800-h800/nyi+roro+kidul.jpg  
Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai selatan mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di kalangan penguasa kraton dinasti Mataram Islam (Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta) bahwa penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul, merupakan "istri spiritual" bagi raja-raja di kedua kraton tersebut. Pada saat tertentu, kraton memberikan persembahan di Pantai Parangkusuma, Bantul, dan di Pantai Paranggupita, Wonogiri, kepada sang Ratu. Panggung Sanggabuwana di komplek kraton Surakarta dipercaya sebagai tempat bercengkerama sang Sunan dengan Kanjeng Ratu. Konon, Sang Ratu tampil sebagai perempuan muda dan cantik pada saat bulan muda hingga purnama, namun berangsur-angsur menua dan buruk pada saat bulan menuju bulan mati.

Dalam keyakinan orang Jawa, Kanjeng Ratu Kidul memiliki pembantu setia bernama Nyai atau Nyi Rara Kidul (kadang-kadang ada yang menyebut Nyi Lara Kidul). Nyi Rara Kidul menyukai warna hijau dan dipercaya suka mengambil orang-orang yang mengenakan pakaian hijau yang berada di pantai wilayahnya untuk dijadikan pelayan atau pasukannya. Karena itu pengunjung pantai wisata di selatan Pulau Jawa, baik di Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, pantai-pantai di selatan Yogyakarta, hingga Semenanjung Purwa di ujung timur, selalu diingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.

Di kalangan masyarakat Sunda berkembang anggapan bahwa Ratu Kidul merupakan titisan dari seorang putri Pajajaran yang bunuh diri di laut selatan karena diusir oleh keluarganya karena ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga lainnya malu. Dalam kepercayaan Jawa tokoh ini dianggap bukanlah Ratu Laut Selatan yang sesungguhnya, melainkan diidentikkan dengan Nyi Rara Kidul, pembantu setia Kanjeng Ratu Kidul. Hal ini berdasarkan kepercayaan bahwa Ratu Kidul berusia jauh lebih tua dan menguasai Laut Selatan jauh lebih lama sebelum sejarah Kerajaan Pajajaran.

Telah sejak lama masyarakat Sunda mengenal legenda mengenai penguasa spiritual kawasan Laut Selatan Jawa Barat yang berwujud perempuan cantik. Tokoh ini disebut Nyi Rara Kidul. Pada perkembangannya masyarakat cenderung menyamakan Nyi Rara Kidul dengan Kanjeng Ratu Kidul, meskipun dalam kepercayaan Jawa, Nyi Rara Kidul adalah bawahan setia Kanjeng Ratu Kidul. Berikut adalah kisahnya.

Sejarah gunung salak

                                  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmmwOek7-sykr1uNQCTAaC552liQJDFodFjPqfF2UirgXqtyLMizEfeUg_V1Z3S4FTkUtGGGyh95Y9pvH0cYyLC2KCYcA2WMpGlvgUk2nzgVFgL9jXHNCeVWQp4l1CcU13PATfh3-e5A/s1600/gunung-salak.jpg
Gunung Salak kini menjadi buah bibir. Gunung yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu kembali ramai dibicarakan setelah pesawat Sukhoi Superjet 100 yang ditumpangi oleh 45 orang jatuh di lerengnya. Belum diketahui secara pasti kondisi 45 penumpang itu.


Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, semakin menguatkan mitos bahwa gunung berapi ini angker. Terlebih, sebagian warga setempat ada yang masih percaya bahwa Gunung Salak adalah tempat yang suci, tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.
                                  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwV7xeAxzmFBGeU4apOwJ1XCCTFMezu5hHS-kP7ibwfgztRfGsTQtP_ve7CjENr-3J4s2njeCTfJ6wTOw-_XhzpgbfOWBL2Nf56ZrDPMDoyTSaj7j2cEeP662eksAFkZcPdqaAlGwgQWo/s1600/prabu+siliwangi_anehtapinyata.net.jpg
Penelusuran merdeka.com, Jumat (11/5), sebuah pura juga dibangun di lereng Gunung Salak. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari Gunung Salak ini konon dibangun sebagai penghormatan terhadap Prabu Siliwangi dan para prajuritnya yang menghilang di Gunung Salak dan menjelma menjadi macan.

Masyarakat sekitar juga sering menemukan hal-hal gaib di kawasan Gunung Salak ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi. Sebelum membangun pura ini pada 1995, umat Hindu terlebih dahulu membangun candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Di lokasi inilah, diyakini Prabu Siliwangi menghilang dan berubah wujud menjadi macan.

Sejarah KA Bintaro dan stasiun manggarai

Peristiwa naas berupa tabrakan maut antara dua kereta api yang terjadi pada Senin pagi, 19 Oktober 1987 di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam dunia transportasi Indonesia.


Lebih dari 100 nyawa melayang, beberapa dari mereka bahkan ditemukan terpental jauh dari lokasi akibat hebatnya benturan. Sedangkan korban lainnya remuk tak bernyawa di antara himpitan besi-besi. Kondisinya pada saat itu benar-benar mengerikan, bahkan butuh waktu sampai dua hari untuk mengevakuasi seluruh korban jiwa.

Anehnya, sejak peristiwa tersebut, tingkat kecelakaan maut di jalur perlintasan kereta api tersebut dikabarkan meningkat, terutama pada hari Senin. Kabarnya banyak pengemudi kendaraan yang mengaku tidak mendengar sinyal kereta yang akan lewat. Tak hanya itu, konon tak sedikit pula pejalan kaki yang berjalan di atas rel tepat ke arah kereta yang sedang melaju. Menurut keyakinan masyarakat, perilaku aneh tersebut dikarenakan para korban dirasuki oleh Hantu Budek.

Sejarah jembatan ancol

                                  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpoxty-Xh-1SytkoMJuuRNhZZ2jMRiRmsLkAp-t3_BkM1xCBIiiQo9dQ29CNcGBEAG1pvUl6eUGrmiq2t9EOmrnEswGwYMiJEnXpl-Ny-6WIUhNYltLhe1u1ypnOvYwrS0dN3TP4St_w/s320/si+manis+jembatan+ancol+-+mariyam.jpg
Jembatan ancol yang dulunya merupakan jembatan goyang ini berada di jakarta utara. Jembatan ini lebih ‘populer’ dibanding dengan jembatan lain yang lebih besar dan lebih bagus di Jakarta. Bukan karena keunikan bentuk bangunan atau ukuran jembatan ini, melainkan cerita di balik jembatan ini. Si manis jembatan ancol dipercayai adalah arwah dari Maryam atau Siti Ariah.